Mental Health

Kenapa Semakin Dikejar, Semakin Menjauh?

Semakin dikejar, semakin menjauh bukan sekadar mitos. Kenali penyebab psikologisnya, bagaimana siklus ini terbentuk, dan cara membangun hubungan yang lebih sehat.

Published

on

Ada pola yang sering bikin bingung dalam hubungan:

kamu makin mendekat, makin menunjukkan perhatian, makin ingin kepastian…

tapi justru dia makin menjauh.

Ini bukan hal yang jarang. Dan dalam psikologi, ada beberapa penjelasan yang cukup jelas kenapa ini bisa terjadi.

1. Rasa “tertekan” bisa memicu dorongan menjauh

Dalam psikologi ada konsep psychological reactance: ketika seseorang merasa kebebasannya terganggu, dia akan otomatis berusaha mengembalikannya.

Artinya:

  • semakin kamu mengejar
  • semakin dia merasa “harus” merespons
  • semakin dia merasa kehilangan ruang
  • dan akhirnya muncul dorongan untuk menjauh

Bukan selalu karena tidak suka, tapi karena merasa terlalu ditekan secara emosional.

2. Perbedaan cara orang merespons kedekatan

Tidak semua orang nyaman dengan intensitas emosional yang sama.

  • Ada yang butuh kedekatan
  • Ada yang butuh jarak untuk merasa aman

Saat dua gaya ini bertemu:

  • satu mengejar untuk merasa tenang
  • satu menjauh untuk merasa aman

Hasilnya: tarik-ulur tanpa disadari.

3. Siklus “kejar–menjauh” yang berulang

Pola ini sering terbentuk seperti ini:

  1. Kamu merasa tidak pasti → mulai mengejar
  2. Dia merasa kewalahan → mulai menjauh
  3. Kamu panik → mengejar lebih kuat
  4. Dia makin menjauh

Dan siklus ini bisa terus berulang kalau tidak disadari.

4. Mengejar bisa terasa seperti tekanan, bukan cinta

Yang sering tidak disadari:

niatnya mungkin ingin dekat, tapi yang dirasakan bisa berbeda.

Bagi orang yang menjauh, “dikejar” bisa terasa seperti:

  • tuntutan untuk segera memberi kepastian
  • hilangnya ruang pribadi
  • beban emosional
  • atau rasa tidak punya kontrol

Akhirnya, menjauh jadi cara untuk “bernapas”.

5. Bisa juga karena ketakutan terhadap kedekatan

Beberapa orang punya pola avoidant attachment atau fear of intimacy, di mana:

  • kedekatan terasa tidak nyaman
  • emosi yang terlalu dalam terasa mengancam
  • sehingga mereka otomatis mundur saat hubungan makin intens

Jadi bukan mengejar yang salah, tapi kedekatan itu sendiri yang memicu rasa tidak aman pada mereka.

6. Tapi mengejar juga bisa datang dari rasa cemas

Di sisi lain, orang yang mengejar biasanya:

  • takut kehilangan
  • butuh kepastian
  • merasa tidak aman tanpa respons

Semakin tidak ada jawaban, semakin kuat dorongan untuk mendekat.

Jadi dua sistem ini saling “memicu”.

7. Jadi apa inti sebenarnya?

“Semakin dikejar, semakin menjauh” biasanya bukan soal tidak ada cinta.

Tapi soal:

  • kebutuhan akan ruang
  • rasa aman yang berbeda
  • dan cara mengelola kedekatan yang tidak sama

Hubungan yang sehat tidak berjalan dengan pola kejar–menjauh.

Karena cinta bukan tentang mengejar sampai lelah atau menjauh sampai hilang.

Yang dibutuhkan adalah keseimbangan:

kedekatan yang tidak menekan, dan ruang yang tidak membuat hilang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Trending

Exit mobile version